Razia rambut? Nikmatin aja hahahah

Mungkin ada beberapa siswa yang bertanya-tanya, mengapa “razia rambut” itu harus ada? Itu juga merupakan pertanyaan gw saat masih duduk di bangku sekolah menengah umum.

Gw pun memiliki jawaban pribadi tentang itu semua, di antaranya yaitu :

  1. Sang guru gagal menjadi capster saat mereka masih muda. Dengan kata lain, menyalurkan hasrat dan bakat yang masih terpendam hehehe…
  2. Balas dendam, karena saat duduk di bangku sekolah juga diperlakukan seperti ini. (who knows?)
  3. Sang guru memiliki watak dan cara berfikir yang masih kolot (tidak open minded).
  4. Sang guru ingin pamer skill terhadap para siswa hehe…
  5. Menjalankan peraturan sekolah (a kind of weird reason).

Itu semua hanya pendapat gw. Apabila kalian punya pendapat lain, silahkan tinggalkan komentarnya hehehe….

Masih ingatkah kalian semua sensasi saat ada razia rambut? Gw yakin kalian semua yang pernah mengalami pasti ingat.

Apalagi saat ada teman kalian yang berteriak “Wey, nanti pas jam pelajaran ke-3 ada razia rambut” ahahahah…

Pasti ada beberapa dari kalian yang lari kocar-kacir, nyari ide supaya ga kegep, ngumpet di toilet pura-pura boker (pengalaman pribadi) hahahah, ngumpetin tas dan cabut ke kantin (pengalaman pribadi), cabut ke perpustakaan (pengalaman pribadi juga), bahkan ada yang spontan cabut ke luar manjat lewat tembok belakang sekolah, dan ga balik-balik lagi ahahahah…

Rasanya lega banget deh kalo ga kena cukur (feels like in heaven) hahah berlebihan. Tapi emang ada sensasi tersendiri saat lo lolos dari razia rambut ini, bukan begitu? Bukan hahahah…

Namun ada kalanya juga saat lo kegep, terjaring razia, dan kena cukur oleh guru yang berbakat menjadi capster.

Seperti gambar dibawah ini, ampun Bu Warinih ahahahah

Ahahahah ini waktu gw terjaring nih, bakat bener nih guru bikin gw semakin mirip boboho (namun versi hitam). Gw hanya siswa, ga bisa banyak berbuat. Razia rambut? Nikmatin aja hahahah…

Namun saya juga mempunyai pandangan tersendiri tentang masalah ini. Menurut saya, peraturan sekolah yang mengharuskan kepada setiap siswa harus rapih, klimis, dan lain sebagainbya adalah pendapat mereka yang maaf, masih kolot. Seperti alasan ke-3 di atas.

Mengapa saya berkata demikian?

Karena, apakah ada kaitannya antara rambut panjang dengan tingkat intelektualitas seoarang siswa?

Apa semua siswa yang berambut rapih mencerminkan seorang siswa itu pintar?

Saya rasa itu tidak mencerminkan intelektualitas seorang siswa. Jadi jangan pernah melihat seseorang dari tampilan luarnya saja, seperti kata pepatah “Don’t judge a book from the cover.” . Mulailah berfikir dengan logika yang matang oh para pembuat kebijakan.

Warm Regards!!!

Advertisements

19 Responses to “Razia rambut? Nikmatin aja hahahah”

  1. wogh kayanya kok gw kenal muka2nya smua ya??
    apakah ini deja vu yang disengaja??

  2. waduh kok komen ane ga masuk?

  3. emang parah dah tuh guru guru,kita kan yang bayar sekolah
    harusnya kita yang dapet pelayanan memuaskan tapi malah dapet pencukuran yang memuakkan
    parah dah

  4. gw juga pernah lolos mben,,tapi hari berikutnya tetep aj di serang ama guru……..

  5. wah, sepertinya saya juga pernah kena tuh…haahaha
    bener c…tp g ada salahnya juga qo..drpd mmprslt dr,mndgan patuhin aja….ada manfaatnya juga qo

  6. gendatgendut Says:

    Wkwkwkwkwk…
    Untung gue cewek! Razia rambut?? Asik ajah, hehehehe…

  7. Untung gue cewek, wkwkwkwk…
    Razia rambut?? Asik aja, hahaha…

  8. hahahha, ada aja arsipnya..
    mantabbbhhss!!

  9. hahahaha lucuuuu~~

  10. hahaha, masih ada aja tuh, ijin repost ke fb yak, siapa tau dagangan agan makin laris, hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: